Nayanika termenung sambil tersenyum kaku. Memang sekarang sudah hampir mendekati orang yang sudah menikah mereka ini. Hampir setiap hari segala kegiatan dilakukan bersama. Tapi baru setengahnya. Bahkan setengahnya lagi malah ia habiskan juga dengan Bumi. Ah, pusing. Mana sejak kemarin, Bumi tidak menghubunginya sama sekali. Tapi dia tahu, bila ia pergi bersama dengan ayahnya Nasya juga. Apa mungkin dia sudah rela? Sudah mulai merasa masa bodoh? Tapi kalau benar begitu justru ia harusnya bisa lebih lega kan. Jadi tidak perlu susah payah menjelaskan apa-apa kepada Bumi juga. "Apa sudah kamu putuskan?" tanya Abi kepada Nayanika yang hanya diam saja ini. "Soal apa?" tanya Nayanika yang berpura-pura bodoh saja dulu. "Ya tentang rencana ke depannya. Apa kamu sudah bicara dengannya?" tanya A

