"Udah kamu pilih, Nay?" tanya Bumi di keesokan harinya ketika datang saat makan siang tiba. Hari ini, Abi tidak datang. Hanya Bumi saja yang mendatangi Nayanika ke sini. "Belum." "Oh, belum. Ya udah. Aku yang pilih aja ya?" ucap Bumi yang kemudian mengambil katalog berisi contoh-contoh surat undangan pernikahan. "Kamu suka warna apa? Biru? Atau hijau? Atau kita pilih warna netral. Warna putih ya?" tanya Bumi sambil membuka lembar demi lembar katalog tersebut. "Bumi, kita nggak usah nikah aja gimana?" ucap Nayanika. Tangan Bumi berhenti membuka lembaran katalog tersebut. Dia mendongak dan menatap Nayanika sambil tersenyum. "Apa sih, Nay? Saking pusingnya pilih surat undangan hm? Kamu nggak usah pusing-pusing. Aku aja yang handle semua. Pokoknya, kamu tinggal terima beres aja, Ok?" "

