Syifa menepuk kedua pipi ayahnya yang masih memejamkan mata. Bayi perempuan itu berceloteh dengan bahasanya sendiri berharap dapat membangunkan sang ayah. Hujan mengguyur daerah mereka sejak subuh tadi, sehingga cuaca pagi ini sangat cocok untuk bermalas-malasan. Namun sayang sekali, hari ini bukanlah hari libur yang bisa digunakan untuk memanjakan diri. Setelah sholat subuh Galih kembali tidur memeluk Syifa yang masih tertidur pulas. Berbeda dengan Wening yang sudah berkutat di dapur untuk memasak sarapan dan bersih-bersih rumah sebelum nantinya mengurus keperluan Syifa dan Galih. "ta-ta-ta-ta" celoteh Syifa dengan tersenyum menepuk pipi ayahnya yang masih belum membuka mata, sebenarnya Galih sudah bangun hanya saja dia masih enggan membuka mata dan membiarkan Syifa berusaha membangunk

