Bibir Bu Nani mengulas senyum lebar. Pandangannya tak lepas dari indahnya melihat kebahagiaan rumah tangga sang putra. Bisa ditangkap dari kaca mata Bu Nani, Galih kini sedang menikmati puncak kebahagiaan di masa hidupnya. Anak lelakinya itu sudah mencapai apa yang selama ini dia idamkan, memiliki pekerjaan yang bagus, kondisi ekonomi yang stabil, memiliki anak-anak yang lucu, juga tentunya memiliki istri yang bisa melengkapi Galih. Setetes air mata jatuh membasahi pipi wanita paruh baya itu. Air mata kali ini bukanlah air mata sedih, tiba-tiba Bu Nani diselimuti rasa haru yang mendera hingga tanpa sadar menitikkan air mata. "Pak, anak lanange dewe uripe wis mulya. Alhamdulillah, awak dewe nduwe mantu sing sabar iso ngadepi Galih karo awakku, Pak. Aku rasane wis ikhlas yen pancen bakal n
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


