24

1197 Kata

"Mbah pamit dulu ya, Nduk. Tak masak buat bancaan nanti, bocah kok menik-menik." Pamit Mbah Nani lalu mendaratkan kecupan pada cucunya yang baru lahir semalam. Wening yang baru terbangun pun tersenyum melihat wajah sumringah sang mertua, senyum itu tidak luntur sejak bayi mungil itu dilahirkan. "Sarapan, Dik?" Galih mengelus kepala istrinya yang masih lemas, bahkan Wening harus diinfus karena sempat hampir kekurangan cairan setelah melahirkan tadi. "Nanti aja Mas, ibu mau pulang?" Galih mengangguk lalu memberikan air minum pada sang istri, "Iya ibu tak pulang dulu, nanti Bu Siti biar di sini, ibu tak nyiapin buat bancaan di rumah." Sahut Bu Nani menjawab pertanyaan sang menantu. "Uang belanjanya ada di tasku Mas, udah dikasih ke Ibu?" "Udah, Mas antar ibu gapapa, kan? Disini sama Bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN