Sudah dua hari sejak kedatangan mesin cuci itu belum juga dibuka, bahkan masih terbungkus rapat di kardus. Seperti dugaan Wening, ternyata mesin cuci itu memang kiriman dari Bu Susi, ibunya mengirim mesin cuci itu bertepatan mendapat arisan elektronik yang diikuti Bu Susi setiap bulannya. Mungkin memang sudah rejekinya Wening, disaat dia membutuhkan mesin cuci bertepatan dengan ibunya mendapat arisan dan diberikan untuk sang putri yang lebih membutuhkan. Wening hanya bisa menghela nafas, seperti yang dikhawatirkan, sang suami sepertinya salah mengartikan maksud dari Bu Susi. Terlihat dua hari ini Galih lebih banyak diam dari biasanya, padahal Wening sudah mengatakan yang sejujurnya pada Galih namun Galih masih belum bisa menerima pemberian dari sang mertua. Bu Susi juga sudah mengatakan

