11

1187 Kata

"Hmmppp Mas Galih..." Wening menarik rambut suaminya, menikmati setiap sentuhan tangan sang suami, menikmati hisapan bibir Galih yang sangat kuat membuatnya tidak bisa menahan. Galih terus memberikan kecupan pada tubuh istrinya yang kini mulai berisi, bagian favoritnya yang padat dan berisi itu semakin membuatnya menggila. Wening benar-benar menggairahkan, Galih menjadi tidak sabar menanti perut istrinya yang semakin membuncit berisi buah cinta mereka. "Ahhh.. udah Mas, ayo..." Seakan menutup telinganya, Galih terus saja melahap bola mainannya, seakan ingin dilahap semua benda bulat itu. Tangan kirinya memilin puncak milik istrinya yang mengeras, dia tarik dan memutar benda kecil terus, hal itu membuat Wening mendesah memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan Galih, "Hmmpp..." "Enak,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN