Sebuah Janji

986 Kata

Aisha duduk di pinggir ranjang dengan tubuh hanya terbalut sebuah handuk berwarna putih. Dia kini sedang memegang ponsel dengan senyuman licik yang terukir di bibirnya. "Sha, cepat pakai baju. Jangan sampai masuk angin nanti," ujar Alfan yang sudah selesai memakai piyama. Aisha tak merespon, dan hal tersebut membuat Alfan keheranan. Akhirnya dia berjalan mendekati Aisha dan melihat apa yang sedang dilakukan istrinya tersebut. "Kamu mengirimkan foto kita pada siapa?" Alfan bertanya heran. Lalu dia melihat nama kontak yang tertera. Jika Alfan tidak lupa atau salah, nomor Dinara lah yang Aisha namai 'Anak Setan'. "Yah, si paling merasa dicintai. Dia pikir cuma dia yang bisa apa?" gerutu Aisha. Alfan tak paham apa maksudnya, namun dia bingung saat Aisha mengirimkan foto mereka di kamar mand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN