Alan tidak ingin membuang waktunya, ketika jam kerja selesai. Alan segera melesat ke tempat tujuan yang dia tentukan untuk bertemu dengen kekasihnya. Diandra. Alan mengetuk pintu apartement Diandra, paras cantik Diandra yang baru saja mandi, membuat Alan tidak bisa menahan diri. Alan merapatkan jarak di antara mereka berdua. Membuat bibir mereka berdua melekat, menyesap aroma satu sama lain. Lumatan demi lumatan tak luput dari adegan ciuman panas mereka. Semakin lama ciuman mereka membara, menyalurkan kerinduan yang mereka rasakan. Dari yang awalnya hanya lumatan, kini Alan mulai aktif memasukkan lidahnya, memaksa Diandra untuk membuka bibirnya. Alan sengaja, memberikan gigitan kecil di bibir Diandra, sehingga Diandra tidak memiliki pilihan selain membuka bibirnya membiarkan Alan mengab

