Tanpa sadar, Diandra terlalu mendalami peran.Diandra merasa nyaman saat bersama dengan Alan. Diandra bahkan mengabaikan peringatan pada dirinya yang jangan sampai terlena dengan kebaikan Alan. Alan menatap Diandra dalam, Alan memergoki bibir Diandra yang dihiasi saos, refleks Alan menyeka bibir Diandra dengan jarinya, kemudian menjilat saos yang tadinya berada di pinggiran bibir Diandra kini beralih ke arah bibir Alan. Diandra mengerjapkan kedua matanya, dia terkejut dnegan apa yang dilakukan ALan, bagaimana bisa Alan tidak jijik dengan bekas saos yang ada di bibir Diandra? "Alan," panggil Diandra, "Hm, ada apa Di?" tanya Alan yang tidak merasa apa yang dilakukannya salah. "Kamu," "Kenapa dengan aku?" tanya Alan yang merasa bingung dengan sikap Diandra. "Kamu, nggak jijik?" "Di, ki

