CILY, CEO 78

1927 Kata

CILY, CEO 78 Airin tidak tahu harus bereaksi seperti apa, sudah terlalu lama dirinya tidak menginjakkan kakinya di tempat ini. Tempat yang menjadi peristirahatan terakhir kedua orang tuanya, jujur dia rindu, ingin rasanya memeluk kedua orang tuanya, menceritakan semua keluh kesahnya, tapi dia tidak sanggup, hatinya terlalu lemah untuk menerima kenyataan jika dirinya sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi. Hanya seorang paman yang masih dia miliki. Sepasang netra itu menyapu seluruh tempat di mana dia berdiri sekarang, ada rasa sesak yang membuncah seolah tak terbendung lagi, pelupuk matanya memanas seketika, ada air mata yang tertahan di pelupuk matanya. Jujur dia tidak sanggup untuk datang ke tempat ini, tapi dia harus. Tidak ada yang ingin dia kunjungi selain kedua orang tuanya saat mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN