CILY, CEO 83 "Gue nggak tau astaga. Gue pikir gaun itu nggak ada belahan d**a gitu, gue pikir tertutup kaya yang lain." Dimas masih mencoba membela diri. Jangan sampai nasib gaji bulan ini terpotong hanya karena kelakuan konyol yang dia lakukan tadi. Dimas hanya merasa jengah saat Airin terlihat bengong dengan tumpukan gaun tadi. "Padahal tadi aku udah bilang apa ini nggak terlalu terbuka, tapi Dimas hilang nggak papa gaun ini bisa memancarkan aura kecantikan aku di hari pernikahan kita. Emang aku nggak cantik ya?" "Rin!" Desis Dimas setengah mati. Bisa nggak sih iya aja tanpa harus perpanjangan masalah. Lo nggak tau Dave kaya mana kalo cemburu! Desis Dimas dalam hati. Dia tidak mungkin mencibir seperti itu. Karena Dimas paham betul dengan sifat posesif Dave, beberapa kali dia mendapat

