Jarum jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang lebih beberapa menit. Jam istirahat sudah dimulai beberapa menit yang lalu, dan Alena masih berada di dalam ruangannya di kantor. Jelas dia tak sendirian, karena ada suaminya yang datang sengaja untuk menjemputnya makan siang bersama. Posisi mereka yang sama-sama seorang CEO jelas membuat kesibukan mereka juga sama. Jadi, mereka akan selalu berusaha memanfaatkan kesempatan untuk bersama saat ada waktu luang. "Seharusnya kita ambil cuti untuk bulan madu," bisik Alena di telinga Fardhan. Kedua tangannya mencengkram jas Fardhan dengan erat, saat tangan Fardhan masuk ke dalam rok spannya. "Kita akan ambil cuti saat proyek yang sedang aku kerjakan selesai," jawab Fardhan. Dia mengangkat tubuh Alena dan mendudukkan istrinya tersebut di atas mej

