Raiden Vel terkekeh, "Baiklah, Kita akan mengatur rencana ulang untuk semuanya, Tapi aku sedikit merasa bingung, Natalie Vloncer membocorkan informasimu karena dia menginginkan sesuatu dariku, Setelah aku lihat yang dia cari adalah orang terdekat."
"Sudah aku duga, dia tidak akan memberi kamu informasi cuma-cuma jika tidak menginginkan sesuatu," Natalie Vloncer yang merupakan sepupu Analika benar-benar sudah keterlaluan.
Tak Lama setelah Raiden Vel pergi, Analika kembali berteriak. "Apa yang kalian lakukan di ruanganku, Apa kalian ingin mencuri barangku?!
Mata Analika Pirlien membesar saat melihat paman dan bibinya sedang membongkar bongkar lemari,"
"Kami sedang menyusun pakaianmu, kenapa kau berpikir kami akan berkhianat seperti itu. Bukankah kita sudah mencapai kesepakatan, Ayolah Analika Pirlien jangan bersikap kekanak-kanakan, kami cukup tua untuk melakukan hal itu,"
"Aku tidak pernah mengatakan bahwa kalian boleh melakukan ini. Tugas Paman dan Bibi hanya bekerja di luar sana, membersihkan tempat-tempat yang umum kalian datangi. Bukan kamarku seperti ini,"
"Baiklah, kami tidak akan mengulanginya lagi, kau tidak akan puas membuat Kami seperti pembantu, bukan? kau sengaja Analika Pirlien,"
"Aku tidak pernah memaksa kalian melakukan semuanya, ini adalah kehendak kalian juga, kenapa sekarang kalian menyalahkan aku? bukankah kalian mendapatkan keuntungan dari semua ini?!"
Analika Pirlien malas sekali bertengkar dengan orang tua paruh baya yang penuh dengan tipu muslihat.
Dia menutup pintu kamarnya dengan kuat agar mereka tahu kesalahan yang sudah dilakukan.
"Dasar p*****r hina,"
"Sudahlah, kita hampir mendapatkan semua berkas milik mereka, Kau terlalu lambat bekerja sehingga seperti ini,"
"Jangan salahkan aku, dia saja yang terlalu cepat kembali,"
Analika Pirlien tahu, menampung paman dan bibinya sama dengan mengurusi harimau, Dia harus siap diterkam kapan saja.
Raiden Vel ya sudah beberapa hari ini sangat sibuk di kantor, selalu pergi pagi dan pulang malam.. Natalie Vloncer juga melakukan hal yang sama,
Bahkan berkali-kali Analika Pirlien mendengar bahwa gadis itu memohon untuk berhenti saja dari pekerjaan.
Keadaan Usaha pertanian sangat sulit Setelah semua kejadian yang terjadi pada keluarga Vel. Raiden Vel harus bekerja keras dan Analika Pirlien tak bisa melakukan apapun.
"Ibu, aku tidak bisa bekerja lagi, aku sangat lelah, Usaha pertanian itu seperti neraka bagiku sekarang, Raiden Vel tak henti bekerja Aku Tak sanggup lagi,"
"Bersabarlah Natalie Vloncer, kita harus mendapatkan uang lebih untuk hidup. Kalau semua rencana kita gagal,"
"Seharusnya Ayah yang bekerja untuk kita, kenapa Ibu mengeksploitasi aku seperti ini, aku tidak mau,"
"Sabarlah sayang, Ayah tidak punya pendidikan tinggi, kau saja yang bekerja, Ayah akan senang hati memijit mu,"
"Ya, Ayah akan senang menghabiskan uang ku di casino,"
Natalie Vloncer memang tak sanggup lagi bekerja di Usaha pertanian Vel. Tidak ada waktu bersenang-senang di sana. Analika Pirlien yang mendengar itu semua mengambil pakaiannya. dia bersiap dengan rapi menuju Usaha pertanian. Wanita tersebut akan membantu suaminya,. suka ataupun tidak suka. Memangnya siapa lagi yang harus dia andalkan, Dengan Kereta kudanya Analika Pirlien melaju dengan kencang,!
Semua karyawan menunduk ke arah Analika Pirlien karena mereka tahu wanita ini adalah Kekasih sang Bos. Tok Tok, "Silahkan masuk,"
Analika Pirlien tersenyum manis, dia langsung duduk di kursi sekretaris pribadi dan memeriksa semua pekerjaan yang Natalie Vloncer lakukan, Raiden Vel menatap heran, "Kenapa kau di sini? apa yang kau lakukan di Usaha pertanian, seharusnya dirimu memperhatikan mereka di rumah,"
"Aku di sini untuk membantu Kekasih, dan aku juga sudah menyiapkan semuanya, mereka sudah aman dengan semua kamera pengawas yang aku letakkan di setiap sisi rumah,"
"Lalu?!"
"Aku akan menggantikan Natalie Vloncer, kau tidak punya pilihan Raiden Vel, semua orang yang ada di sini berusaha untuk menerkam, siapa lagi orang yang akan kau percaya kecuali aku,"
"Ada Zhong Limen yang bisa membantu, kembalilah kau harus istirahat?!"
Wajah cemberut Analika Pirlien sungguh lucu,
"Bagaimana ya, bukan hanya aku yang merindukan dirimu," Analika Pirlien berdiri dari kursinya.
"Waw, aku senang sekali karena wanita seksi sedang merayuku,"
Analika Pirlien duduk di pangkuan Raiden Vel, dia mencium dagu pria itu lembut, lalu meraih tangannya. Analika Pirlien menggosok pelan perutnya dengan tangan Raiden Vel.
Bibir pria itu tersenyum lebar. Dia tidak bisa membohongi dirinya atas rasa bahagia yang memuncak secara tiba-tiba,
"Kau hamil? benarkah?! Oh Tuhan," teriak Raiden Vel memeluk Analika Pirlien dengan sangat erat. "Aku mencintaimu Analika Pirlien,"
"Aku juga mencintaimu,"
Sepasang manusia itu terus melemparkan kata cinta, Mereka lupa bahwa ini adalah pertama kalinya mereka berdua saling memuja.
"Jadi, Apa boleh aku terus berada di dekatmu, anak ini ingin melihat ayahnya yang sedang bekerja, Kau tahu, wajahmu itu sangat berbeda ketika berada di kantor dan ketika berada di rumah,"
Raiden Vel terkekeh,
"Bagaimana bisa kau mengukur ketampanan seseorang seperti itu?!"
"Aku berkata dengan sangat jujur, ketampananmu sungguh berbeda jauh dan aku memilih Usaha pertanian adalah tempat yang paling memukau untukmu."
"Baiklah sayang, kau akan berada di sini menemani aku, kita akan mengajari dia bagaimana menjadi seorang pekerja keras,"
"Hihihi,..aku tahu kau sedang menyindir diriku, Tapi Raiden Vel, aku sangat ingin mendapatkan sesuatu yang lebih, aku ingin berada di sisimu, aku akan ikut kemanapun kau pergi,."
Di saat itu semuanya bisa mereka lakukan, Raiden Vel mengetahui kalau Analika Pirlien telah hamil menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. Di setiap permasalahan pasti ada jalan setelah beberapa minggu mereka lewati Raiden Vel terlihat sangat seperti tidak mau pisah dari Kekasihnya Analika Pirlien, "Sayang, kau jangan terlalu lelah! Dari tadi aku hanya melihat kau sangat sibuk dengan pekerjaan di rumah."
"Iya Raiden Vel, tenang saja jangan terlalu gundah dengan semuanya aku tahu kalau di sini merasa sangat khawatir, dan Kenapa kau belum juga pergi ke kantor padahal sudah lewat dari jam Kantor. Hmm, Kau ini!" Ucap Analika Pirlien kepada Raiden Vel.
Raiden Vel terkekeh dan membuat Kekasih saya sangat kesal lalu dia berkata, " tenang saja, aku sekarang merasa bisa saja kita lakukan demi mendapatkan yang terbaik saat ini jangan ada permasalahan. Aku memang sengaja untuk beberapa hari ingin libur untuk menemanimu."
"Ha! Yang benar saja padahal aku sudah katakan kalau aku akan baik-baik saja." Ucap Gresia dengan wajah yang sangat terkejut.
"Mana bisa aku meninggalkan Kekasihku yang sangat aku cinta di rumah sendirian terus, aku juga bingung harus bagaimana menghadapi nya jangan sampai melakukan semuanya dengan sendiri saja." Ucap Raiden Vel dengan wajah khawatir.
"Kau ini ada-ada saja, padahal aku masih bisa sendiri menghabiskan waktu selama di rumah." Ucap Fresia sambil menatap wajah Raiden Vel yang dari tadi membuat dia sangat jengkel.