Aika mulai sadar, ia merasakan perutnya nyeri. Aika membuka mata perlahan ia bangun hal yang pertama di lihat adalah Angga yang sedang di rawat di sebelahnya. Angga yang merasa di perhatiin langsung membuka mata ia membalik sedikit kepalanya ‘’sudah bangun Ai...’’ kata Angga serak, obat tidur membuat Angga terlelap. ‘’kak anak kita gakpapa kan di dalam...’’ kata Aika sambil mengelus perutnya, ia pikir janin sebesar kecambah masih bersarang di rahimnya. Angga beranjak dari tempat tidurnya lalu duduk di samping Aika. ‘’Ai, sebenarnya kamu keguguran...’’ aku Angga sambil menunduk. Aika diam, ia tidur kembali menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, ia menangis sambil mengigit jarinya agar tidak terdengar isakannya. Angga merasakan istrinya bergetar. Setelah puas menangis Aika menyibak s

