Angga meringis dalam hati, luka besetan bekas cakaran hewan begitu melekat di kulit tangannya, demi istri tercinta Angga rela melakukan itu semua. Angga menurunkan gulungan kemejanya hingga mata tangan ia sengaja menyembunyikannya agar Aika tidak cemas. Aika terlihat antusias mengupas mangga di samping Angga. Emeletkan lidahnya karena melihat Aika menyesap bibirnya saat melihat mangga Queeni yang masih keras dan bewarna kuning muda. ‘’kakak kenapa...’’ tanya Aika saat menatap Angga yang sedang menahan sesuatu. Angga tersenyum sedikit terpaksa ia menggeleng pelan ‘’gak ada Ai...’’ balas Angga sambil menyingkirkan rambut Aika biar ia bisa melihat wajah istrinya Flashback Berulang kali Angga menghembuskan nafasnya di samping mobil miliknya kini ia berada di depan pagar milik tetangg

