Empat Sembilan

1802 Kata

La Vie memegang undangan merah berkop kerajaan dengan tulisan tinta emas di tangannya, penuh antusias sambil berkaca di depan meja rias mengamati penampilannya yang sedang berusaha dibuat secantik mungkin untuk menghadiri acara malam ini. La Vie tak mau tampil sembarangan. Ia ingin menjadi yang tercantik di antara para wanita bangsawan malam ini, hingga semua surat kabar akan mengisi berita hanya mengenai dirinya, lebih daripada kepedulian mereka terhadap pelantikan Victor Leopold atau bahkan kehebohan dari berita Rhine yang masih sesekali dibincangkan dengan diiringi hujatan di belakangnya. Untuk saat ini ia yakin pasti Rhine tak akan berani menunjukkan batang hidungnya di depan semua orang, yang juga berarti ia tak akan bisa mencuri perhatian dari Aileen Aldari. Mengingat nama lelak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN