Bab 34

1139 Kata

"Seharusnya permainan akan segera dimulai, Sayang," bisik Arkan di telinga putrinya. "Kali ini Papa bisa pastikan kalau dia akan uring-uringan dan akan menganggap semua ini tidak pernah terjadi," lanjutnya dengan tatapan menyeringai. Sebagai seorang ayah, tentu dia tahu kalau yang dilakukan Burhani adalah kesalahan yang amat besar. Laki-laki yang menelantarkan kedua anaknya dan lebih memilih untuk membahagiakan anak orang lain hanyalah laki-laki bod*h dan be*o. Setelah dicampakkan, tidak mungkin bagi Fahri dan Faiz mau menerima Papanya kembali. Sifat mereka berdua lebih pendiam semenjak Burhani, Papanya jarang mereka temui. Tapi sifat itu kembali lagi ketika mereka bertemu dengan Delon. "Mama sering berpikir kalau jodohmu itu mungkin Delon, bukan Burhani." Retno pun ikut berbisik di te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN