Bab 25

1095 Kata

Teriakan dari bocah yang berusia belum genap enam tahu itu membuat dokter Burhani menoleh ke arahnya. Matanya membulat sempurna ketika melihat kedua anak yang sangat dia rindukan sudah ada di depan kedua matanya. Tapi sayang, karena dari kedua mata anak itu hanya ada sorot kebencian. Ya, benci. Karena laki-laki yang sering mereka banggakan ternyata tidak sehebat itu dan malah sering membuat kedua anak itu kecewa dengan menyakiti orang yang sangat mereka sayangi. Kedua anak itu berlari ke arah Diana dan asisten Kevin. Mereka memeluk Mamanya erat. "Kecewa?" dokter Burhani merasa gengsi untuk mengakui kesalahannya. Lagi-lagi dia justru menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri. Seperti inilah sifat seorang dokter Burhani dalam mata dan pikiran anak-anak. Mereka sangat kecewa. "Ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN