Hari terus berganti. Waktu terasa berjalan jauh lebih lambat bagi Aira yang hidupnya seperti berubah menjadi hukuman panjang di dalam bangunan mewah milik Respati. Sudah hampir dua bulan perempuan itu tinggal di mansion tersebut bersama pria yang tidak pernah benar-benar bersikap lembut padanya. Selama itu pula, Respati selalu menemukan berbagai cara untuk menyakiti, menekan, dan membuat Aira tetap berada di bawah kendalinya. Aira mengucek kedua matanya yang masih terasa berat untuk terbuka. Hari bahkan masih terlalu dini ketika ia pertama kali bangun, mencuci wajah sekadarnya, lalu turun ke dapur untuk menjalankan tugas yang sudah menjadi rutinitasnya setiap pagi—memasak untuk Respati. Pagi ini tubuhnya terasa lebih lelah dibanding biasanya. Pekerjaan kantor yang semalam sengaja diberik

