Bab 17

2640 Kata

Perempuan itu membeku. Selama itu pula, langkah Aira terseret makin dalam. Setiap anak tangga yang ia lalui terasa makin berat. Suasana gelap di lorong itu makin membuat Aira kesulitan bernapas. Suasana pengap dan dingin di sana tidak mampu terhindarkan. Kaki perempuan tersebut seperti ditarik mundur oleh rasa takut yang menumpuk di dadanya. Ketakutan itu tidak bisa diukur oleh apa pun. Terlalu besar. Terlalu menekan. Napasnya mulai pendek, putus-putus. Daada makin sempit. Tangannya berusaha mencengkeram pergelangan pria yang menyeretnya, seolah itu bisa menahan gemetar yang makin menjadi. Respati tidak peduli. Pria tersebut menutup hatinya untuk tetap melakukan hal yang sudah ia pikirkan. Cekalannya pada pergelangan Aira yang tertutup handshock tidak melonggar sedikit pun. Justru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN