"Alexander, benarkah hari ini aku membantumu di perusahaan?" Tanyaku sambil memandang bayanganku sendiri di cermin yang mengenakan blush biru lengan panjang dan rok hitam pendek. "Benar, sayang. Kau bisa mengatur waktumu sendiri selagi kau terus belajar untuk mendapatkan gelarmu itu. Apa kau senang?" "Sangat senang, aku bahagia sekali. Setidaknya akan ada yang kulakukan selain belajar dan jalan-jalan. Ehm, Alex apakah aku boleh meminta sesuatu padamu?" Tanyaku. "Katakan saja, Alana." "Bisakah kau membawa Temp masuk ke dalam perusahaan? Bisakah kami menjadi partner?" "Maksudmu memberi Temp posisi di kantor?" Alexander mengerutkan keningnya. "Benar, kalau kau tak keberatan. Selama aku mengenalnya, aku tahu kalau Temp memiliki otak yang cerdas. Kurasa dia bisa membantuku di sana." Alex

