HUGGING SHADOWS BAB 64 Kami duduk di meja bundar, di sebuah ruangan khusus yang hanya ada kami bertiga. Aku, suamiku, dan Temp. Semua hidangan yang paling lezat telah tersaji di meja makan, dengan lilin – lilin menyala yang berada di tengah meja serta kain merah maroon sebagai pelapisnya. Cukup lama Alexander menatap Temp, sesekali lelaki itu menuang anggur ke dalam gelas anggurnya sendiri dan menyesapnya perlahan. Sampai detik ke 20, akhirnya Alex memperdengarkan suaranya itu. “Kau mau anggur?” Tanya lelaki itu kepada Temp, mengangkat botol anggurnya. “Terimakasih, Tuan.” Jawab Temp singkat, dan dengan sopan mengulurkan gelas kosongnya itu. Alexander mengisi gelas kosong Temp hingga setengah tinggi, lelaki itu kemudian menyesap anggur terbaik di hotel ini dengan perlahan. “Ba

