episode 47

989 Kata

Alexander mengerang, tubuhnya gemetar dengan peluh di sekujur tubuh itu. Ia bahkan tak mampu berpikir dengan jernih. Kepalanya terasa sangat sakit, setiap kali ia berusaha bangun. Bibirnya memucat, matanya tak bisa melihat dengan jelas. Seluruh tulang-tulangnya terasa nyeri, hingga ke puncak kepala. Pria itu menjerit, sekonyong-konyong tubuhnya seakan melayang. Alexander berusaha bangun, merayap seperti ular, mencari-cari pintu yang mungkin bisa diraihnya. "A...Alana.." Suaranya begitu lemah, ketika ia berusaha memanggil wanita yang sangat dicintainya itu. Bagaimanapun juga ia cemas, ia takut jika Lord Desias akan menindasnya, seperti yang laki-laki tua itu lakukan padanya. Ketika ia masih berusaha merayap, Alexander mendengar suara langkah kaki. Tak lama kemudian suara pintu besi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN