HUGGING SHADOWS BAB 62 Temp berjalan mondar – mandir di depan kamar Alexander, sesekali terlihat jika laki – laki itu mencoba untuk melihat ke dalam, ke sebuah celah pintu kamar yang sedikit terbuka. Rasa ingin tahunya yang begitu besar, seakan membuatnya terlihat bodoh. “Al..., Ish, Sial!” Kutuknya kepada diri sendiri, karena ia tak dapat menguasai keinginannya untuk tidak memanggilku. Aku menyelimuti Alexander yang terlelap karena obat yang telah diminumnya, lelaki itu tidur seperti bayi, seakan tanpa beban di pundaknya. Terlintas peristiwa tadi sore, saat aku menatap wajahnya yang mulai terlihat cerah itu. Baru saja, seorang perawat mencukur kumis yang mulai tumbuh di wajahnya itu. Karena semenjak ia berada di dalam perawatan, ia tak pernah bisa merawat tubuhnya sendiri. Ak

