"Enghh... Andisss..." Gempita mengerang, saat Andis melumat bibirnya. Kedua tangan kecil putih mulusnya memeluk erat leher Andis, jemari lentiknya tenggelam di helaian surai Andis. bibir Gempita terbuka, membiarkan Andis menyusupkan lidahnya ke dalam rongga mulutnya. "Emhh..." Tubuh Gempita meradang, panas dingin. Lidah Andis dengan lincah mencumbu rongga mulutnya, menyentuh titik sensitifnya berkali-kali, sambil menghisap lidahnya yang terasa manis coklat. Gempita memeluk pinggul Andis dengan kedua kaki mungilnya, sambil menggesek-gesek ereksi Andis yang menegang di belahan pantatnya. Dia menempelkan dadanya ke tubuh Andis yang sudah basah keringat. Matanya terpejam, mukanya memerah, peluh berjatuhan menyusuri tiap inci kulit putih mulusnya. Dia kemudian menengadah saat ciuman Andis

