Jasmine terengah ketika Jian terus bermain-main dengan intinya dengan bibirnya yang terasa penuh dan hangat membuat Jasmine benar-benar tidak bisa untuk membungkam mulutnya yang terus mendesahkan nama Jian yang menggema ke seluruh kamar milik mereka seperti saat semalam yang ditemani udara Dinginnya malam pagi ini mereka ditemani oleh hangatnya mentari pagi yang mulai menerobos masuk lewat celah tirai jendela kamar mereka dengan pergulatan panas di atas ranjang yang masih terlihat sangat berantakan dengan pakaian mereka yang berceceran di atas lantai membuat Jasmine kini hanya bisa mencengkeram alas tidurnya ketika Jian dengan kuat menyesap inti miliknya sampai akhirnya Jasmine melengkungkan tubuhnya ketika merasakan saat ini bukan hanya bibir Jian yang bermain-main dengan inti miliknya na

