Jasmine tidak tahu apa yang Jian katakan adalah sebuah kebenaran atau hanya karena emosi semata namun Apapun alasannya membuat Jasmine benar-benar memasukkannya ke dalam hati Jasmine mengerjapkan matanya beberapa kali menghalau air mata yang kini menggenang di pelupuk matanya setelah itu membalikkan badannya karena tidak ingin Jian menatapnya dengan tatapan seperti itu. Sedangkan Jian menghembuskan nafas panjangnya dirinya benar-benar sudah di liputi amarah membuatnya berkata-kata kasar seperti itu "apa kau serius dengan semua perkataanmu itu?" Tanya Jasmine masih dengan membelakangi ke arah Jian "kau sendiri yang memaksaku untuk mengatakan hal seperti itu, Bukankah dari awal kau sendiri yang mengajukan tentang komitmen yang akan kita bangun dari awal tapi kau sendiri ya menghancurka

