Husband 13

1135 Kata
Jian mulai bersiap siap untuk bertemu dengan klien baru untuk perusahaan mereka yaitu Arsen. Grup.Setelah dirasa penampilannya cukup rapih Jian kemudian meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang. " Bagaimana dengan Arsen. Grup kau sudah mendapatkannya,?" Tanya Jian "Semuanya Aman, Arsen sudah sepenuhnya beralih pada anak dari putra pertama arya dia Gerald" " Baguslah kalau begitu, karena aku akan menolak kerja sama lagi jika perusahaan itu masih di kelola pamannya, ya sudah malam ini aku akan langsung bertemu dengan Arsen grup itu” ucap Jian "Malam ini,? " "Iya" " Dari yang ku tahu Gerald sedang berada di Jerman saat ini" " Jerman,? " Tanya Jian memastikan "Iya sudah seminggu ini, kau akan bertemu dengan siapa, sekretarisnya,? " Entahlah aku belum memastikannya" Jawab Jian " Kau juga tidak menyuruhku jadi aku tidak mencari tahunya" " Bagaimana dengan Jasmine,? Tanya Jian " Aku sudah menyuruh orang untuk mengawasinya" " Jangan sampai Jasmine curiga" " Tenang saja aku sudah mengaturnya" " Baiklah kalau begitu aku tutup" Jawab Jian setelah itu memutuskan sambungan teleponnya, Jian kemudian berjalan  menuruni anak tangga dan langsung bertemu dengan Elsa " Saya akan makan malam di luar begitu pun dengan Jasmine, jadi kau tidak usah menyiapkan makan malam" Ucap Jian sambil membenarkan jam di pergelangan tangannya " Baik tuan" Jawab Elsa sambil menunduk setelah itu Jian  langsung pergi dan mengendarai mobilnya, sesekali dia kembali memeriksa ponselnya untuk mengecek apakah Jasmine mengirimkan nya pesan namun detik berikutnya Jian langsung tersenyum miris mengingat kenyataan bahwa tidak mungkin Jasmine memberitahu diri nya sedang apa dia saat ini “ Kau terlalu berharap Jian "gumam nya  jalan sendiri setelah itu semakin menginjakkan pedal gas nya dan melajukan mobilnya membelah jalanan malam yang kemudian menuju salah satu restoran tempatnya bertemu dengan salah satu kliennya dari Arsen Group. Jian sedikit penasaran siapa yang akan ditemuinya saat ini, Awalnya Jian menyangka bahwa pemilik dari Arsen yang akan langsung Bertemu Dengannya tapi informasi yang dia dapat ternyata Gerald berada di Jerman, Jian kemudian menatap kearah ponselnya setelah masuk ke dalam restoran tersebut melihat pesan singkat yang sebelumnya dikirim oleh nomor tidak di kenal yang mengaku sebagai wakil dari arsen Group, melihat nomor meja yang tertera di sana setelah itu Melarikan pandangannya dan menyipitkan matanya menatap seorang wanita yang tengah duduk membelakanginya rambutnya yang terurai panjang dan sedikit bergelombang membuat Jian semakin melangkah untuk mendekatkan “  Maaf saya terlambat "ucap Jian membuat wanita tersebut akhirnya berbalik menatap ke arah nya dengan senyum menawannya  "tidak apa aku juga baru beberapa menit yang lalu tiba di sini "jawabnya membuat Jian kini tengah menarik kursi di hadapannya membalasnya senyuman wanita di hadapannya dengan sangat tipis “ Aku kira akan bertemu langsung dengan pemilik Arsan” ucap Jian " sebelumnya perkenalkan terlebih dahulu Nama saya Fiona Saya mau wakili Gerald karena dia memang sedang berada di Jerman dan ini pun secara mendadak untuk itu dia meminta permintaan maaf karena tidak bisa bertemu langsung dengan Anda "ucap Fiona sambil mengulurkan tangannya membuat Jian menyambutnya " tidak apa lagi pula dia mengirimkan perwakilannya bukan "ucap Jian, Mereka kemudian membahas kerja sama yang akan mereka lakukan untuk ke depannya sambil diselingi makan malam membuat perbincangan bisnis itu semakin terasa lebih Santai dengan diselingi beberapa candaan diantara mereka "Benarkah jadi bisa dibilang Anda itu seniorku "ucap Fiona membuat Jian menarik sudut bibirnya " Ya anggap saja seperti itu" “Wah kalau begitu aku lebih baik memanggil senior saja daripada harus panggilan Pak sepertinya terdengar lebih tua" ucap Fiona dengan terkekeh geli begitu pun dengan Jian tidak terasa dua jam waktu makan malam dengan membincangkan bisnis dan juga beberapa obrolan pribadi mereka terasa begitu cepat "Baiklah kalau begitu senang bekerja sama dengan Arsen grup "ucap Jian membuat Fiona pun menganggukkan kepalanya " saya pun merasa senang dan Senang bertemu dengan Anda "Jawa Fiona Mereka pun akhirnya memilih untuk mengakhiri pertemuan mereka Jian langsung menuju tempat parkir dan sebelum melajukan mobilnya Jian memilih untuk memeriksa ponselnya tidak ada pesan dari siapapun hanya beberapa pemberitahuan email yang masuk membuat Jian menghembuskan nafas kasarnya dan kemudian langsung melajukan mobilnya keluar gedung restoran namun lagi-lagi menghentikan lajunya ketika melihat Fiona Tengah berdiri di sisi jalan Jian kemudian menurunkan kaca mobilnya " Kau sedang menunggu seseorang? "Tanya Jian membuat Fiona membungkukkan badannya menatap ke arah nya  " mobilku mogok aku sudah memesan taksi online "jawab Fiona membuat Jian langsung membukakan pintu di sampingnya " Naiklah aku akan mengantarkanmu "ucap nya membuat Fiona langsung menggelengkan kepalanya " tidak perlu aku takut merepotkanmu "jawab Fiona " tidak, lagi pula aku tidak ada Janji lain  jadi Naiklah "ucap Jian membuat Fiona akhirnya terdiam sejenak sebelum menerima tawaran dari kliennya tersebut “ maaf aku jadi merepotkanmu "ucap Fiona yang masih merasa tidak enak hati "It's okay" jawab Jian  " Ke mana aku harus mengantarmu? "Lanjut Jian yang kembali membuat Fiona langsung menegakkan tubuhnya " Sebenarnya aku harus pergi ke suatu acara terlebih dahulu Meskipun mungkin akan sedikit terlambat tapi lebih baik terlambat bukan daripada tidak datang sama sekali "ucap Fiona membuat Jian menatap kearahnya " kau mempunyai janji temu yang lain? "Tanya Jian membuat Fiona menganggukkan kepalanya " ya semacam acara reuni Tapi sebelumnya aku sudah berjanji kepada Gerald untuk menemui mu terlebih dahulu "jawab Fiona “ Kenapa tidak bilang jika mempunyai janji lain Jika saja aku tahu mungkin aku akan mempercepat pertemuan kita tadi "ucap Jian merasa bersalah karena sudah menahan Fiona terlalu kama untuk membahas bisnis mereka tadi “  tidak apa-apa  mungkin acaranya masih belum beres "jawab Fiona membuat Jian   menganggukkan kepalanya dan mengantar Fiona ke tempat acara selanjutnya, Jian kemudian menghentikan Mobilnya di salah satu hotel bintang 5 di mana tempat acara tersebut diadakan Jian kemudian ikut keluar saat Fiona  keluar dari dalam mobil “Terima kasih sudah mengantarkanku padahal kau tidak usah melakukannya" lagi-lagi ucapan Fiona membuat Jian hanya tersenyum tipis "Baiklah kalau begitu selamat menikmati acara nya" ucap Jian membuat Fiona mengangguk sambil tersenyum Hangat "sekali lagi terima kasih" ucap nya namun saat dia hendak berbalik tiba-tiba seseorang memanggilnya dari arah belakang membuat Viona dan Jian menatap ke arah depan “ lsedang apa kau  di sini?” tanya Jasmine yang kini tengah menatap dua orang di hadapannya dengan kening berkerut " kau di sini,?” tanya Jian “ tentu saja aku disini bukan kah sebelumnya aku mengatakan bahwa Aku akan pergi ke acara pertemuan dengan teman teman ku "ucap Jasmine setelah itu menatap kearah Fiona dengan tatapan tajamnya “Sedang apa kau disini, bukankah kau akan bertemu klien?”Tanya Jasmine “  ya aku sudah bertemu dengan klien dan ini kenalkan__ “ucap Jian  terpotong ketika Jasmine tiba-tiba menarik pergelangan tangannya " aku tidak peduli dengan siapa kau datang kebetulan sekali aku sudah ingin pulang jadi biar kita pulang saja "ucap Jasmine sambil terus menari Jian dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil meninggalkan Fiona yang hanya terdiam menatap kearah Jasmine dan juga Jian dengan banyak pertanyaan di kepalanya. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN