Al, aku jemput ya| |Gak usah. Aku pergi sendiri aja. Entah mengapa Gara merasa Alya akhir akhir ini mulai menjauhi nya. Ia, tidak mau di antar jemput lagi oleh Gara, pasti ada saja alasannya agar Gara tidak menjemput Alya. Gara tidak mau memikirkan yang tidak tidak tentang kekasihnya, ia kesampingkan dulu urusan itu, mungkin saja Alya sedang suntuk. Gara memakai helm nya meluncur berangkat ke tempat kerja. Lampu merah. Gara melirik ke kanan ke kiri untuk membuang rasa suntuknya. Tanpa sengaja, Gara melihat sebuah mobil hitam. Dia menajamkan penglihatannya, membutikkan bahwa yang ia lihat itu salah. Tidak, tidak mungkin Alya mengkhianantinya,'kan? Ya, di dalam mobil itu terdapat Alya yang tengah tertawa bahagia bersama teman lamanya--Dino--musuh Gara. Mereka terlihat seperti sepasa

