Sesampainya di rumah sakit, Fahri langsung menuju ruang UGD sesuai instruksi dari Zahra. Pria itu berjalan dengan langkah tegap, sementara dalam hati dia berdo'a semoga Bu Ratna baik-baik saja. "Bu Zahra!" panggil Fahri saat tiba di lokasi. Dia melihat Zahra duduk sendiri di kursi ruang tunggu, kepalanya tertunduk dan dua tangannya saling bertautan. Fahri yakin hatinya sedang mangucap banyak doa agar ibunya baik-baik saja. Menoleh, wajah Zahra terlihat sembab akibat terus menangis. Dia tersenyum lemah pada Fahri dan berdiri untuk menyambutnya. "Sudah duduk saja Bu," cegah Fahri. Dia menuntun Zahra kembali duduk, sementara dia sendiri mengambil tempat di samping Zahra. "Pak Zaki sudah bisa dihubungi?" tanya Fahri kemudian. Zahra menggeleng. "Belum." "Memang biasanya nggak bisa dihubun

