"Ke mana saja kok baru pulang?" Ainun bertanya pada putra semata wayang ketika Fahri mengucap salam dan masuk ke dalam rumah. Tidak seperti biasa di mana Fahri sudah sampai di rumah pukul empat sore, hari ini Fahri sampai sekitar pukul sepuluh malam. Hal yang membuat Ainun sempat khawatir sebab Fahri tidak mengabari apapun. "Maaf, Bu," jawab Fahri sambil tersenyum bersalah. "Fahri ada urusan tadi." "Oh ya sudah. Kamu sudah makan?" Fahri menggeleng. Bahkan yang dia saksikan tadi masih meninggalkan rasa tidak percaya. Membuat ia terlalu banyak berpikir dan berspekulasi di jalan hingga lupa mengisi perut. "Kalau begitu kamu mandi dulu. Ibu hangatkan lauk pauk buat kamu." Fahri masuk ke dalam kamar. Meletakkan tas kerja di meja kemudian melepas kemeja gurunya. Ia pun bergegas membersih

