Setelah malam di mana Fahri kepergok Dinda di daerah bangunan tua, Fahri mulai banyak memikirkan tentang anak-anak jalanan yang tinggal di sana. Seharusnya jika para orang tua mereka mempunyai rasa tanggung jawab sedikit saja, kehidupan mereka pasti akan jauh lebih baik alih-alih seperti saat ini. Mereka terpaksa tidak sekolah, tinggal di tempat yang kumuh, bahkan mereka sampai harus mencari uang sendiri semi sesuap nasi pengganjal perut setiap hari. Padahal umur mereka masih kecil-kecil. Lalu Dinda. Entah berapa kali Fahri menyebut nama itu dalam hati. Untung ada Dinda yang Fahri tidak pernah menyangka dibalik sifat kenakalan remajanya malah mempunyai hati paling tulus. Dinda mau memberikan pendidikan pada mereka meski hanya semampunya. Dinda mengajari mereka membaca dan menulis. Dind

