Festival Musim Semi. ?

1053 Kata
Tatapan Seo woo terus tertuju pada Tae kyung yang sedang sibuk mendesain banner festival, sementara itu tugasnya sendiri di abaikan karena terlalu fokus pada pria itu. Minho yang duduk di sebelahnya pun langsung menyenggol lengan Seo woo sehingga membuat gadis itu menatap nya dengan tajam. " Kau harus menggunting bagian itu dengan benar, matamu sepertinya tidak tertuju pada pekerjaan mu. " sindir Minho seketika membuat wajah Seo woo merah padam karena menahan malu setelah di tertawai oleh Tae kyung. " Maaf ya sudah membuat kalian bekerja sampai malam, aku jadi merasa tidak enak pada kalian. " Lontar Tae kyung di balas gelengan kepala yang cepat dari Seo woo. " Tidak masalah, lagi pula kami kan anggota osis juga, jadi sudah sepatutnya kita ikut membantu. " Jawab Seo woo mendapat cibiran dari Minho yang bahkan terpaksa ikut karena ada Seo woo. " Kalian berdua pacaran yah? Aku selalu melihat kalian pergi bersama kemana-mana. " " Tidak, aku dan Minho tidak memiliki hubungan apapun. " Seo woo menjawab dengan nada tegas sambil berdiri dari kursinya membuat dua pria itu menatapnya dengan tatapan bingung. " Aku dan Minho berteman sejak kita SMP, itu saja." Lanjut Seo woo perlahan kembali duduk setelah sadar bahwa responnya sangat berlebihan. " Benar, aku dan Seo woo berteman sejak SMP sampai sekarang!!! " sambung Minho tampak sangat bersemangat. " Kalian berdua benar-benar lucu, aku tak tahu bagaimana jadinya jika tak ada kalian di sini. " Seo woo tertawa kecil dan sekali lagi memandang wajah tampan Tae kyung seakan tak mau berhenti untuk terus menatapnya, Minho merasa kesal setiap kali ia melihat Seo woo tertarik dengan Tae kyung. Tapi malam ini rasanya sedikit lebih berbeda karena Seo woo yang baru saja mengakuinya sebagai teman, padahal sebelumnya Seo woo sama sekali tak ingin hal itu terjadi. *** Setelah menyelesaikan banner untuk festival nanti, Seo woo, Tae kyung, dan Minho meninggalkan ruang osis menuju tempat parkir. Tae kyung menawarkan Seo woo untuk pulang bersamanya namun saat itu Minho ingin ikut pulang bersama juga ia bahkan menghubungi supirnya untuk pulang lebih dulu karena tak ingin membiarkan Tae kyung berduaan dengan Seo woo. " Maaf saja, tapi aku tidak punya kendaraan. " Gumam Tae kyung membuat Minho kebingungan. " Lalu kau ingin kami naik apa.? " Tanya Minho kemudian. " Bus umum. " Jawabnya lantang. " Tapi Seo woo~" " Aku mau. " Balas Seo woo cepat sebelum Minho menyelesaikan kalimatnya. " Tapi Seo woo, bukannya kau tidak suka naik bus umum.? " Sahut Minho menatapnya heran. " Itu dulu, sekarang beda lagi. " Ucap Seo woo tersenyum manis ke arah Tae kyung. Setelah mereka berjalan keluar gedung, seseorang yang telah menunggu Seo woo di luar lantas membuat langkah mereka bertiga terhenti. " Oppa. " Lontar gadis itu terkejut ketika melihat kakaknya sudah ada di luar gedung. " Kau lama sekali, Jae hoon hyung~" " Oppa.!!! " teriak Seo woo seketika membuat ketiga pria itu terkejut bukan main, Seo woo yang bergegas menghampiri kakaknya kemudian melarangnya menyebut nama Jae hoon di hadapan Tae kyung dan Minho. " Baiklah, aku mengerti maafkan aku. " balas Kyung woo baru menyadarinya. Kyung woo kemudian menatap dua pria di hadapan nya dengan tatapan menerka, ia kenal salah satu di antaranya yaitu Minho. Nampaknya sosok Minho yang selalu menyapanya saat Seo woo SMP begitu membekas di ingatannya. " Kau anak yang sering menyapaku dulu kan. " Ucap kyung woo spontan membuat Minho menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat. " Hyung masih mengingatku meskipun aku sudah merubah penampilan ku.?" Sahut Minho begitu antusiasnya. " Tentu saja, bola matamu dan warna rambut mu itu terus mengingatkan ku soal kejadian saat kalian SMP dulu. " " Hentikan, aku tidak ingin membahas masa lalu." Sambung Seo woo nampak kesal dengan keakraban mereka. Tae kyung terlihat tak mau kalah dengan menyapa Kyung woo duluan, ia bahkan mulai memperkenalkan dirinya sebagai senior Seo woo saat itu. Melihat sikap Tae kyung yang seperti itu entah mengapa membuat hati Seo woo bergetar hebat, ia bahkan tak mau berhenti tersenyum melihatnya. Karena sudah malam, Kyung woo berinisiatif mengantar mereka pulang sehingga malam itu mereka berempat pulang bersama dengan kebaikan hati Kyung woo. *** Hari yang di nanti-nanti oleh semua murid SMA Hanyoung, festival musim semi ke 47 yang di adakan setiap tahun oleh pihak sekolah menjadi event paling meriah setelah festival musim panas. Seluruh halaman sekolah di penuhi oleh tenda yang menyediakan bermacam-macam jajanan mulai dari aksesoris, makanan, minuman hingga pernak pernik lainnya. Tenda yang paling besar merupakan tenda milik anggota osis, di sana semua anggota terlihat sangat sibuk dengan event yang mereka buat. Semua nampak kompak dengan seragam bartender yang keren membuat siapapun akan singgah untuk sekedar membeli jajanan yang mereka sediakan. Murid kelas satu dari kalangan perempuan banyak yang mengantri untuk membeli jajanan di tenda osis setelah Minho yang mengambil alih saat itu, tujuan Minho mengambil alih tak lain untuk mencari perhatian Seo woo. Namun gadis itu sama sekali tak tertarik dan terlihat memerhatikan Tae kyung yang sibuk melayani di bagian minuman. " Seo woo tolong ambilkan es batu yang ada di dalam basket. " Titah Tae kyung dan langsung di turuti oleh Seo woo dengan sigap. Saat Seo woo hendak mengambil es batu di dalam basket, tiba-tiba saja hal tak terduga terjadi di mana tenda bagian belakang roboh di karenakan pemasangan yang tidak kuat. Teriakan Seo woo membuat Minho dan Tae kyung menoleh dan langsung terkejut ketika melihat Seo woo tertimpa oleh tenda. " Seo woo kau baik-baik saja. ?" " Seo woo-yaa." Kedua pria itu terlihat sangat khawatir dan berusaha menyingkirkan tenda untuk melihat keadaan Seo woo, saat tenda berhasil di singkirkan nampak wajah Seo woo yang terlihat ketakutan dan untunglah tidak ada luka serius meskipun tangan kanannya tergores oleh tenda yang jatuh barusan. " Aku baik-baik saja. " Kata Seo woo sambil menahan rasa perih dari tangannya. " Siapa yang memasang tenda tidak becus seperti ini.? " Tae kyung terlihat sangat kesal dan menatap semua anggota yang berkumpul karena kejadian barusan. " Maafkan saya sunbae-nim, ini kesalahan saya karena tidak memasangnya dengan benar. " seseorang akhirnya mengaku atas kecerobohannya dan membuat Tae kyung kembali melihat keadaan Seo woo. " Kita ke UKS sekarang. " Ajak Tae kyung. Seo woo yang hanya dapat menurut segera bangkit dengan bantuan Tae kyung, Sementara itu saat Minho ingin mengambil kesempatan menolong Seo woo tiba-tiba saja di minta untuk melayani pelanggan di karenakan kehadiran Minho sangatlah penting saat itu, hampir semua pelanggan datang hanya untuk melihatnya dan jika dia sampai meninggalkan stand semua pelanggan bisa pergi. " Aku terpaksa melakukan ini, lihat saja nanti aku tidak akan menerima perlakuan seperti ini dirimu Tae kyung. " Benak Minho dengan kesal.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN