Kehidupan setelah menikah ????

1108 Kata
Gadis itu membuka kedua matanya lebar-lebar, ia sadar pagi ini telah terlambat bangun. Jam sudah menunjukkan pukul 7:00 pagi, Seo woo berdecak kesal loncat dari tempat tidurnya dan bergegas bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Selang beberapa menit Seo woo keluar dari kamarnya mencari sosok Jae hoon untuk segera di marahi, pria itu rupanya sudah duduk di ruang makan sambil menikmati secangkir kopinya dengan santai. " Ahjussi, kenapa kau tidak membangunkan aku? Gara-gara kamu aku telat bangun, sekarang juga antar aku ke sekolah.! " Ketus Seo woo pagi ini. " Bukannya kau melarang ku masuk ke dalam kamar mu, " Jawab Jae hoon polos. " Kau kan bisa meneriaki ku dari luar atau menelpon ku sampai aku bangun. " " Aku sudah melakukannya. " Jae hoon menunjukkan ponselnya pada Seo woo dan membuat kedua mata Seo woo membelalak saat melihat 20 panggilan tak terjawab dari pria itu. Seo woo lupa kalau dengan panggilan telpon atau alarm saja tidak bisa membuatnya terbangun di pagi hari, biasanya ia di bangunkan oleh ibu atau kakaknya tapi kali ini karena tidak ada mereka dan aturan Jae hoon tidak boleh masuk kamar membuatnya terlambat bangun. " Lupakan soal itu, sekarang antar aku sekolah.! " Ketusnya cepat. Jae hoon menyodorkan sekotak bekal untuk di bawa Seo woo ke sekolah karena pagi ini ia tak sempat sarapan, namun Seo woo menolak karena tak suka membawa bekal ke sekolah. Jae hoon hanya tersenyumlah tipis dan membawa kotak bekal itu untuk dirinya saja. *** Kedatangan Seo woo di sekolah setela satu minggu tidak masuk membuat dua sahabatnya langsung memeluknya dengan erat, mereka merindukan sosok Seo woo yang tidak masuk sekolah selama seminggu. " Apa kau baik-baik saja sekarang.? " Tanya Minju terlihat paling khawatir. " Aku baik-baik saja, dengan istirahat yang cukup aku sudah sembuh total kok. " Jawabnya terpaksa berbohong. Seminggu yang lalu, kedua orang tua Seo woo memberikan surat pernyataan bahwa Seo woo sedang mendapatkan perawatan intensif atas penyakitnya, tidak boleh menerima kunjungan atau apapun itu sehingga Minju dan Byeolim hanya bisa mengirimkan pesan untuk kesehatan Seo woo selama ini. " Padahal kamu jarang terkena demam, kenapa sampai demam parah seperti itu sih. " " Aku hanya tidak memperhatikan kesehatanku saja heheh." " Hmm.. Btw, kulitmu terlihat lebih segar sekarang, kau melakukan perawatan mahal yah. " Ujar Minju yang menyadari kulit wajah Seo woo jauh lebih glowing. " Ahahaha biasa saja, aku ingin meminjam semua catatan kalian selama seminggu ini, boleh kan." Pinta Seo woo saat dirinya sudah duduk di kursinya, ia tak ingin membuat kedua sahabatnya menyadari kebohongan yang sedang di rahasia kan nya itu. " Kau tidak perlu khawatir, aku dan Minju sudah mencatatkan nya untuk mu." Lontar Byeolim sambil mengeluarkan beberapa buku catatan yang sengaja mereka tulis khusus untuk Seo woo. " Huaaa apa-apaan ini, kalian berhasil membuatku terharu. " Seo woo langsung memeluk dua sahabatnya dengan penuh kasih sayang. Seorang pria yang di tunggu-tunggu Seo woo sudah tiba di depan kelas, gadis itu kemudian melepas pelukannya dan berjalan menghampirinya. Minju dan Byeolim yang tidak tahu apa-apa hanya dapat menyaksikan Seo woo yang menghampiri Tae kyung. " Lama tidak berjumpa, Seo woo." Ucap Tae kyung membuat Seo woo tersipu malu. " Oh iya ini laporan yang harus kau salin di buku catatan mu, besok kita ada rapat jadi kau bisa mengetahui apa saja yang di bahas selama satu minggu kemarin. " Tae kyung menyerahkan bukunya pada Seo woo yang di terima gadis itu dengan perasaan haru yang berlebihan. " Aku tidak tahu harus berkata apa lagi, terima kasih banyak Tae kyung Oppa." Ucap Seo woo yang sudah berani memanggil Tae kyung oppa dan bukan Sunbae lagi. Sejak hari di mana Tae kyung datang menghiburnya, kedekatannya semakin meningkat dan Tae kyung sendiri yang menyuruh nya untuk mengganti panggilan tersebut. Seo woo dan Tae kyung kemudian menoleh ke arah kanan mereka, beberapa siswi terlihat berkerumun menyaksikan kedatangan seseorang yang membuat mereka penasaran. Bahkan teman-teman kelas Seo woo pun ikut mengintip lewat jendela karena penasaran dengan kejadian yang ada di luar. Seorang pria dengan rambut hitamnya yang di tata rapih baru saja berhenti tepat di depan Seo woo, kedua mata Seo woo membulat sempurna ketika menyadari pria yang ada di hadapannya adalah Kang Minho, pria cupu yang selama ini mengejarnya telah berubah menjadi pria tampan yang di idolakan sejumlah siswi di sekolahnya. " Selamat pagi Cho Seo woo. " Ucap Minho dan kembali melangkahkan kakinya menuju kelas. Para siswi itu kembali mengikutinya dengan histeris layaknya idol top Korea yang datang berkunjung ke sekolah, melihat perubahan Minho yang seperti itu tetap tak membuatnya tertarik. Bagi Seo woo, hanya Tae kyung yang mampu mencuri perhatiannya selama ini dan dia takkan menyerah sampai mendapat Cinta dari seniornya itu. *** Makan siang kali ini Seo woo dan dua sahabatnya makan di kantin, biasanya mereka memesan makanan pesan antar tapi kali ini tidak dulu di karenakan Tae kyung ikut menemani mereka saat itu. Seo woo mendapat kursi tepat di sebelah Tae Kyung sementara Minju dan Byeolim yang duduk di depannya tak berhenti senyum-senyum menyaksikan mereka berdua. " Minju dan Byeolim, kalian berdua ikut club apa.? " Tanya Tae kyung tiba-tiba. " Aku ikut club seni lukis, " Jawab Minju kemudian. " Kalau aku club fotografer. " Lanjut Byeolim. " Keren, kalian siswi baru tapi sudah bergabung di tempat yang Bagus. " Puji Tae kyung membuat mereka bertiga tersanjung. Seseorang tiba-tiba meletakkan piring makanannya di atas meja yang membuat mereka berempat menoleh kompak ke arahnya, hanya pada Seo woo tatapan matanya tertuju saat itu. " Boleh aku ikut bergabung di meja ini.? " Ucap Minho masih dengan tatapan yang sama. " Tentu saja. " Jawab Byeolim yang mendapat giliran menjadi pusat perhatian. Minho pun duduk di samping Seo woo tanpa memperdulikan tatapan gadis itu, ia bahkan tak menyadari kehadiran Tae kyung saat itu. " Oh, sunbae-nim juga ada di sini, annyeong.! " sapa nya sebentar sebelum akhirnya menikmati makan siangnya. " Yaa Kang Minho, apa yang membuat mu tiba-tiba merubah penampilan mu seperti ini.? " Tanya Minju menatap Minho dengan teliti. Minho kemudian melirik Seo woo dengan tatapan lembut, lalu setelah itu menyunggingkan senyum yang membuat Seo woo merasa aneh. " Karena aku ingin menjadi Minho yang baru, dan Minho yang dulu telah menghilang dari permukaan bumi. " Jawabnya sembari meletakkan tangannya di atas d**a sebelah kanan yang entah tujuannya apa. " Nah, Seo woo apa kau suka dengan penampilan ku sekarang.? " Tanya Minho membuat Seo woo tersenyum tipis dan tidak menjawabnya karena bingung. Sejak hari di mana Seo woo memakinya di depan umum dan hari di mana Minho mendapat perundungan dari teman kelasnya, ia tak masuk sekolah selama satu minggu dan menghabiskan waktunya di rumah tanpa melakukan apapun. Tiba-tiba saja keinginannya untuk merubah diri terlintas sehingga pria itu pun merubah dirinya, mulai dari penampilan diri, rambut, hingga sikap penuh percaya diri yang akan di tunjukkan kepada semua orang agar tak ada lagi yang melakukan perundungan padanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN