Stella berlari menuju toilet dan menangis sejadi-jadinya di sana, menatap wajah nya yang memerah dan bercak darah di sudut bibirnya, merasakan panas serta sakitnya pukulan yang dilayangkan Fero ke arahnya. Stella menyeka air matanya dengan kasar lalu mencari tisu ataupun sapu tangan untuk membersihkan darah yang keluar dari sudut bibirnya, namun sialnya ia tidak membawa benda itu di totebagnya. "Jangan nangis, La! Kayak anak kecil aja!" cetusnya kepada dirinya sendiri sambil menahan nafasnya agar air matanya tidak mengalir lagi. Stella tiba-tiba teringat jika ia ada kelas selanjutnya beberapa menit lagi, ia langsung menatap jam tangannya dan terbelalak kaget melihat dirinya yang sudah hampir terlambat. Stella langsung keluar dari toilet dan berlari menuju kelasnya, namun tiba-tiba ses

