Rafa turun dari mobil setelah ayah dan ibunya. Blitz kamera langsung menyambut kedatangan mereka. Mereka hanya tersenyum begitu blitz kamera, kecuali Rafa. lelaki itu hanya tersenyum samar, sangat samar sampai hampir tak terlihat. "Tersenyumlah sedikit" ucap ibunya pelan. Rafa sebenarnya malas dengan acara seperti ini, tapi kali ini gadisnya akan datang, ia hanya tak ingin banyak mata lelaki yang menatap gadisnya itu. Tak lama mereka berjalan memasuki gedung. Baru beberapa tamu yang datang, kebanyakan dari mereka membawa putra atau putri mereka. Ketika memasuki balroom itu, suara musik lembut menyambut mereka. Mulai banyak yang berdatangan, tapi belum terlihat keluarga alexander ada disana. Tanpa Rafa bertanya, ibunya berbicara. "Mereka sedikit terjebak macet, bersabarlah" ucap i
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


