74

1095 Kata

TITIK TEMU [74] Secangkir ketenangan __________________________ Albi melepaskan helm-nya di depan cafe-nya. Sebuah mobil terparkir di sana, seorang laki-laki dengan jas hitamnya berjalan memutar dan membukakan pintu belakang—muncul seorang cewek dengan senyuman lebarnya. Albi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya heran, tidak percaya bahwa orang yang dikenal orang-orang sebagai pacarnya itu seperti mempunyai sindrom tuan putri. Ah, tetapi ini bukan waktunya menghujat cewek itu. Siapa lagi jika bukan Shena, cewek yang beberapa hari ini absen dari hidupnya karena sakit, anggap saja begitu. Walaupun sudah menggunakan make up atau memoles wajahnya, tatapan Shena tidak bisa menutupi keadaan yang sebenarnya. Albi tidak bereaksi apapun, bahkan tidak menyapa dan bertanya. Albi terlalu fokus k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN