TITIK TEMU [82] Tidak ada tanggungjawab ______________________________ Berulangkali Albi menghela napas panjang. Menatap luka cambukan di tangan Liliana membuatnya sangat miris—ternyata masih ada orang tua yang sengaja memukul anaknya untuk memberikannya pelajaran. Sesekali Liliana akan meringis kesakitan dan menggigit bibir bawahnya untuk menahannya. Perlahan Albi pun mengobati luka itu dengan obat yang dibelinya di apotik pinggir jalan. Mereka duduk di depan sebuah toko yang buka dua puluh empat jam. Rasanya tubuh Albi lemas sekali, padahal ini bukan masalahnya. Namun, dia pernah berada dalam posisi seperti ini. Posisi yang aneh! Liliana memberikan sebuah benda pipih yang dia sebuah sebagai alat mengetes kehamilan, testpack, yang mempunyai garis dua. Rasanya Albi ingin mengumpati L

