TITIK TEMU [94] Sebatang rokok _____________________ Bukannya pulang, Albi memilih kembali ke cafe-nya. Beberapa hari belakang ini, Albi tidak mempunyai waktu untuk membuka cafe-nya, lagi. Ah, bisa-bisa pengunjung cafe-nya kabur karena jarangnya dibuka. Bukan apa-apa, Albi terlalu sibuk dengan urusannya dan Nandan sedang sibuk dengan organisasinya sehingga tidak ada yang mengurus cafe. Buka pun hanya beberapa jam saja, tidak bisa full seperti ketika mereka liburan semester kemarin. Waktunya pun banyak terbuang untuk datang ke tempat les, untuk memperbaiki nilai fisikanya yang sempat disaingi temannya. Albi ingin menertawakan nasibnya sendiri. Bahkan hanya karena satu nilai yang katakan saja kalah dari salah satu temannya di sekolah, Ibunya langsung mendaftarkan dirinya di bimbel yan

