TITIK TEMU [79] Bicara dengan hati ________________________ Simon membuka jas hitamnya dan memasangkannya ke tubuh Shena yang hanya terbalut kaos tipis. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Simon, hanya sebuah aksi nyata untuk menghalau angin malam agar tidak menyakiti Shena. Simon sudah menunggu di Rainbow cafe sejak pukul lima tadi, menghabiskan beberapa cangkir kopi dan sepiring spaghetti. Gerakannya kadang tidak beraturan, mungkin sedikit merasa khawatir dengan keselamatan Shena. Sampai akhirnya pukul enam lebih seperempat, sebuah motor berhenti di depan cafe. Mereka datang lebih awal sebelum waktu yang telah disepakati. Albi menatap perlakuan Simon pada Shena yang cukup perhatian. Bahkan terlihat tatapan tajam dari laki-laki yang katanya adalah pengawal dari Nona She

