Tuduhan di Malam Pertama Bab 74 : Lowongan Pengasuh Cinta tersenyum puas sambil memacu mobilnya menuju pulang, ia bahagia bisa mengerjai Willy, musuh bebuyutannya itu. Ia mulai berpikir untuk mengerjainya lebih dari ini lagi sebab Willy terlihat benar-benar sudah jatuh cinta kepadanya. “Hahaaa ... dasar pria bodoh, membedakan wanita yang ori ama yang kloningan saja dia tak bisa!” Cinta tertawa puas. “Lihat saja ... akan kukerjai kamu lagi sampai akhirnya kamu pun operasi kelamin sepertiku juga .... “ sambungnya dengan tak hentinya tertawa sebab hatinya begitu geli saat ini. *** “Udah tidur, Dek?” Zaki melingkarkan tangannya di pinggang Vaulin yang sudah terlelap sejak beberapa saat yang lalu. “Udah,” jawab Vaulin lirih. “Kok masih bisa menjawab?” Zaki menahan tawa. “Ditanya

