Tuduhan di Malam Pertama Part 77 : Salah Sasaran [Teruntuk kamu yang kukagumi dan suatu hari berharap bisa kupersunting. Rasa itu menyapaku, Sayang, sejak awal jumpa dirimu. Terpikat aku akan manis senyummu, terus membekas dalam pikiran. Hati ini mulai gelisah, menahan gejolak asa akan keinginan untuk bisa menghabiskan sisa umur bersamamu. Duhai ciptaan Tuhan yang paling indah, sudikah dirimu untuk membuka hati pada sosok yang akan membahagiakanmu sampai kiamat ini? Aku berjanji akan selalu menyayangimu hingga mati dan akan memujamu setiap waktu. Teruntuk kamu yang menjadi doaku di malam hari, entah bagaimana aku harus bertindak? Bak hujan yang datang dengan kilat, tiba-tiba mengingat harap padamu membuatku sesak. Terimalah aku menjadi pendampingmu duhai cantik, kita akan menjadi pasan

