Tuduhan di Malam Pertama Bab 42 : Taman Kota “Nggak ada racun atau obat biusnya kok, Vau, biar saya saja dulu yang makan .... “ Willy yang bisa membaca pikiran wanita di hadapannya itu mengambil bakso bakar di tangan Vaulin lalu memakannya. “Eh!” Vaulin sedikit kaget karena Dokter berkulit gelap itu mengetahui isi kepalanya. “Makanlah, aman kok. Saya orang baik-baik, kamu tak perlu takut saya racuni atau apalah,” ujar Willy sambil tersenyum kecut. “Hmm ... bukannya gitu, Mas, kamu tahu ‘kan masalah yang kualami ... hingga detik ini ... aku nggak tahu siapa Ayah Fatin. Semua itu terjadi di saat aku tak sadarkan diri, sebab tak mungkin rasanya jika setan yang telah menggagahiku sebab anakku terbukti manusia, jadi nggak mungkin kalau bapaknya setan.” Vaulin berkata pelan dengan tatap

