BAB 27 - KEDATANGAN GENDIS

1305 Kata

Malam itu, di kamar yang mewah yang ada di Ndalem Suryawinata, di balik pintu kayu jati yang tebal, Bagas Narendra duduk di tepi ranjangnya, wajahnya tertutup dengan kedua tangannya. Entah mengapa dia dikunci oleh ibu kandungnya di kamarnya sendiri. Kunci kuningan yang Gusti Endah pegang adalah kunci asli, dan dia yakin Giusti Endah telah menggandakan pengawasan. Bagas lalu bangkit dan berjalan gelisah sambil mondar-mandir di dalam kamarnya. Jendela kamarnya ditutup rapat, menghalangi pandangannya ke luar, tetapi tidak menghalangi kekhawatiran yang mencekiknya. “Aku sudah gila,” bisik Bagas pada dirinya sendiri, suaranya terdengar serak. “Aku telah membahayakan nyawa Gendis. Aku telah menanam benih… di tempat terkutuk itu, aku pantas dihukum.” Laki-laki itu menatap ke sudut kamar, tem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN