BAB 18 - PERTEMUAN RAHASIA

1680 Kata

Satu kata itu ditulis dengan tinta yang tergesa-gesa, tebal, seolah meneteskan darah, menciptakan gelombang horor yang dingin di ulu hati Gendis. Itu bukan sekadar nama, melainkan deklarasi ancaman. Sejak dulu Bagas tahu kalau Karto adalah mata-mata yang selalu mengawasi mereka, dan dia ingin Gendis tahu betapa genting situasinya. Jantung Gendis berdetak kencang seperti burung yang terperangkap. Dia melirik ke arah gulungan peta di atas kasur, lalu ke surat kecil di tangannya. “Temui aku di tempat biasa, di sana, saat tengah malam. Jangan lewatkan ini. Aku harus bicara tentang…” Bagas benar-benar gila. Mengajaknya bertemu di ruang pusaka, tempat paling rahasia dan berbahaya di Ndalem Suryawinata, di tengah malam, saat Ndalem paling sunyi dan rentan. Dan dia meninggalkan surat ini di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN