Mereka ganti-gantian untuk mengerjakan shalat magrib, dua jam berlalu setelah Aisyah masuk ruang operasi. Mereka menunggu dengan cemas di kursi yang tersedia. Berkali-kali merubah posisi dari duduk, berdiri lalu berjalan cemas menunggu operasi selesai. Saat waktu shalat Isya datang hanya tersisa rasa cemas yang tersisa karena mereka sangat khawatir karena operasi Aisyah belum selesai. “Apa ada yang salah dengan Aisyah, Yah? Kenapa operasinya lama sekali?” tanya tante Atiqah kepada suaminya. Zakaria menggenggam tangan istrinya, “Tunggu saja, Bun. Dokter lagi berusaha di dalam. Kita harus mendoakan yang terbaik untuk anak kita.” Mereka hanya bertiga di ruang tunggu itu karena Om Zulkarnain pulang untuk mengajar. Sementara, Abimanyu tidak bisa datang karena dia ada urusan pekerjaan yang

