Aisyah bosan terus tidur di kamar, ia mengajak Ezra untuk ke taman rumah sakit. Mereka naik ke atap rumah sakit, di sana ada taman yang kabarnya tidak kalah cantik dengan taman yang berada di lantai satu. Benar saja, begitu mereka sampai di atas pemandangan cantik langsung menyambut mereka. Tidak terlalu banyak orang di sana, walaupun berada di atap udaranya sangat sejuk. Aisyah menyukai berada di taman itu, ia mengajak Ezra berjalan-jalan begitu ia kembali merasakan keram di perutnya. Aisyah langsung memegang lengan suaminya erat, hal itu langsung mengagetkan Ezra yang juga sedang menikmati pemandangan. Aisyah mengaduh pelan lalu mencari tempat terdekat untuk duduk. “Sayang? Kenapa?” tanya Ezra khawatir. Aisyah menyandarkan tubuhnya lalu memejamkan mata, napasnya terdengar menderu. A

