Seminggu setelah acara lamaran itu, undangan pernikahan mereka sudah dibuat. Aisyah berdebar-debar ketika membuka undangan pernikahan itu, ia melihat undangannya dengan persaaan terharu. Aisyah sedang memilih-milih undangan, ia memisahkan nama dari beberapa orang yang ia kenal dekat. Ia akan memberikan udangan itu secara pribadi kepada mereka. Aisyah sangat senang menerima lima kotak berisi undangan, tamu yang ia undang cukup banyak. Ia akan mengadakan resepsi pertama sebagai pihak wanita, Aisyah juga memutuskan untuk mengundang anak-anak dari panti asuhan yang berada tidak jauh dari area rumahnya. Aisyah pamit untuk pergi, ia mencium tangan ibu dan ayahnya, setelah itu ia pergi dengan mengendarai mobil. Ada sekitar dua puluh undangan yang ia bawa, kebanyakan untuk orang yang membant

