Takdir Allah 86 - London

1378 Kata

Ezra mengerjabkan matanya pelan, ia melihat jam dinding lalu tersadar jika hampir memasuki waktu subuh. Ia bangun terlebih dahulu, memkai kaos putih pendek dan celana pendek lalu membangunkan istrinya. “Sayang?” panggil Ezra sembari memegang pipi Aisyah lembut. Ezra tersenyum begitu mendengar Aisyah mengerang lalu mengerjabkan matanya. Satu yang Ezra syukuri adalah mereka berdua begitu gampang di bangunkan, apalagi saat sesudah menikah. Aisyah membuka matanya, “Udah subuh?” “Belum, baru mau. Mandi dulu yuk.” Ajak Ezra. Aisyah mengangguk lalu bangun dari tempat tidur, “Kamu duluan aja. Aku masih mau baring.” “Oke, tapi jangan tidur lagi ya.” Ucap Ezra sebelum masuk ke kamar mandi. Aisyah hanya menjawab pertanyaan suaminya dengan anggukan pelan karena ia masih memulihkan kesadarann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN